Pendahuluan Istilah favoritisme tidaklah asing bagi kebanyakan orang di banyak bidang kehidupan di manapun. Secara umum istilah ini menunjukkan adanya sikap pilih kasih, biasanya dari pihak yang berotoritas, kepada seseorang ataupun sesuatu di antara sekian pihak yang berada di bawah otoritasnya. Tentu saja pengunjukan pilih kasih ini bersifat parsial, hanya diterima oleh pihak tertentu dan… Lanjutkan membaca Reformasi Favoritisme
Kategori: Worldview
Damba Bebas
Pendahuluan Kenyamanan hidup manusia modern dengan topangan berbagai alat rumahtangga canggih maupun kerja kantor yang kurang menuntut kerja fisik, membuat makin kurangnya gerak tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Tayangan hiburan tv yang didukung oleh perangkat bioskop rumah yang kian terjangkau harganya, makin memperparah kurang gerak tersebut. Kondisi ini mendorong munculnya berbagai penyakit modern akibat kurang gerak.… Lanjutkan membaca Damba Bebas
Jerat Pencitraan
Pendahuluan Fenomena fisik yang dapat diamati secara inderawi manusia, berperan penting dalam membangun pemahaman manusia akan “dunia” ini. Keberadaan manusia yang juga paling mudah diamati aspek fisiknya, makin meneguhkan pentingnya fenomena fisik tersebut. Kenyataan ini mendorong lahirnya materialisme sebagai salah satu cara pandang akan dunia ini, yang akrab dalam benak banyak orang. Secara sederhana, materialisme… Lanjutkan membaca Jerat Pencitraan
Right Path
Pendahuluan Penerapan protokol kesehatan semasa pandemi covid-19 yang tak kunjung usai telah mengkondisikan gaya hidup normal baru yang cukup membatasi ruang gerak aktifitas fisik. Tatap muka yang dulunya seolah merupakan cara wajar bergaul, kini mulai digeser dengan cara gaul virtual. Banyak orang yang mengalami gagap sosial yang menggerahkan diri karena merasa seolah terpenjara, terkungkung oleh… Lanjutkan membaca Right Path
“Pemeran Pengganti”
Manusia selalu berupaya menghindari kesakitan. Salah satu upayanya dengan menyodorkan sistem pemeran pengganti. Upaya lebih besar adalah sistem timbangan yang menimbang perbuatan manusia, guna bebas dari ancaman maut kuasa dosa. TUHAN telah memberikan jalan keluar sejati sesuai hakekat-Nya. Ada berbagai prinsip dalam memahami dan menerimanya. Tulisan ini disusun berdasarkan wawasan kristiani yang logis.
Theo/anthropocentric (Free) Will
Manusia diharuskan bertanggung jawab atas tindakannya, karena dilakukan berdasarkan kehendak bebasnya. Kedaulatan Allah memastikan tidak ada apapun yang dapat terjadi tanpa seijinNya. Bagaimana umat kristiani menyikapi kedua aspek tersebut, sebagai pertanggungan imannya secara logis?
Inside#Out
Pendahuluan “Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani. Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan. Ada peran wajar, ada peran berpura-pura. Mengapa kita bersandiwara….” Ini merupakan penggalan syair lagu berjudul “Panggung Sandiwara” yang sempat dipopulerkan oleh grup band “God Bless” di jamannya. Bila lagu ini digelar berkolaborasi… Lanjutkan membaca Inside#Out
“RI~VAL~RY”
Interaksi manusia seolah lumrah konflik, karena realitas perbedaan kepribadian individu. Bahkan relasi saudara kandung pun tidak steril konflik. Artikel ini menguji relevansi teori psikologi pada studi kasus sibling rivalry dalam Alkitab, berdasarkan wawasan kristiani.
Holistic Quotient
Pendahuluan Semua manusia ingin sukses, tidak ada yang mau gagal. Semua manusia tidak ada yang ingin tinggal landas, semua mau lepas landas. Kehidupan laksana arena tanding, semua mau jadi pemenang, tiada yang mau jadi pecundang. Pemenang yang sukses lepas landas, dikagumi sebagai manusia super yang masuk kelompok edisi terbatas. Mereka punya kemampuan lebih yang membedakannya… Lanjutkan membaca Holistic Quotient
‘Dan-Sha-Ri’ [断捨離]
Budaya materialistik makin marak. Gerakan danshari digadang sebagai salah satu terapinya. Danshari menekankan gaya hidup sederhana. Caranya dengan “membuang” benda-benda yang tak lagi diperlukan. Danshari Abraham menunjukkan akar yang lebih hakiki, agar meraih kelimpahan hidup sejati.
