“Bahasa Kita”

Manusia butuh berinteraksi dengan manusia lainnya agar jati dirinya makin tajam terasah (Ams. 27:17 “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya“), dan hal ini merupakan salah satu natur alami manusia. Komunikasi yang lugas menjadi penting dalam aktifitas tersebut. Namun, tidak dapat disangkal bahwa acap kali komunikasi yang dilakukan, tidak membuahkan apa yang diharapkan dalam interaksi tersebut.… Lanjutkan membaca “Bahasa Kita”

BEBAS

Photo by Pixabay on Pexels.com

Secara alami, tidak ada makhluk hidup yang senang dikekang, sehingga tidak ada yang secara sukarela memberikan dirinya untuk dibelenggu oleh pihak lain, walau pun mungkin saja dirinya tidak menyadari akan keterbelengguannya itu sehingga merasa nyaman dengan keadaannya. Jadi semua makhluk hidup yang merasakan dirinya sedang dikekang, pastinya akan berupaya untuk membebaskan dirinya dari kekang/belenggu tersebut,… Lanjutkan membaca BEBAS

Mandat Kerjasama (1)

Mandat Budaya merupakan deduksi dari bagian Alkitab, khususnya Kej. 1:28. Tidak berarti mandat tersebut hanya berlaku bagi umat kristiani, karena bila seseorang mengaku dirinya sebagai citra Allah maka mandat tersebut juga berlaku bagi dirinya.
Tulisan sederhana ini ingin menyikapi Mandat Budaya sebagai satu kehormatan bagi manusia yang dipercayakannya, sekaligus mencoba memahami hikmat Sang Pemberi Mandat.

Materi Dasar wawasan dunia kristiani

Sebagaimana Blog sebelumnya, saya telah menyediakan berbagai presentasi materi dasar untuk kelas agama dan wawasan dunia kristiani yang saya ampu. Selama ini saya sudah mengunggahnya di platform youtube, dengan tautan Setiawan Sutanto – YouTube yang tentunya masih akan terus saya perbarui agar lebih komunikatif dan lebih sesuai dengan tujuan pelayanan ini. Silakan melihat dan memberi… Lanjutkan membaca Materi Dasar wawasan dunia kristiani

Cooperatio

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” – (TB) LAI 1974