Pendahuluan Manusia memiliki berbagai kebutuhan untuk hidup. Ada kebutuhan jasmani, kebutuhan jiwani, ataupun rohani. Mungkin ada kebutuhan yang dirasakan paling mendesak, sesuai dengan kondisinya saat itu. Abraham Maslow telah mencoba mengklasifikasikan elemen kebutuhan manusia dalam teorinya “Hierarchy of Needs.” Pada dasarnya tidak ada elemen kebutuhan yang dapat diabaikan pemenuhannya agar keberadaan manusia menjadi utuh sebagaimana… Lanjutkan membaca (un-)conditional love
Penulis: setiadotone
Buah pertama kristiani dari keluarga konfusianis. Berkarier di berbagai perusahaan 'sekuler' lalu terpanggil sebagai pendidik di universitas (kristen) 'umum.' Berupaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan wawasan dunia kristiani terapan, agar membangun profesional kristiani.
Knowing ur Calling
Pendahuluan Ada banyak profesi di dunia ini yang dapat dilakukan oleh tiap individu manusia. Saking banyaknya, sampai membuat pemilihan profesi bagi seseorang, khususnya kaum muda, menjadi cukup meresahkan. Pertimbangan utama biasanya adalah profesi yang bakal menjamin kesejahteraan hidupnya ke depan bersama keluarganya. Paling tidak, kebutuhan ekonomi sosialnya terpenuhi. Lebih mantap lagi bila profesinya tersebut menghasilkan… Lanjutkan membaca Knowing ur Calling
post-truth [ˌpəʊs(t)ˈtruːθ]
Pendahuluan “Satu fakta, beragam makna” mungkin merupakan frasa yang cukup tepat menggambarkan tentang istilah post-truth.Istilah ini cukup marak beredar di jaman kini, berkenaan dengan keadaan di mana opini publik lebih dibangun berdasarkan emosi ataupun keyakinan pribadi seseorang. Boleh dikatakan bahwa kenyataan-kenyataan objektif menjadi kurang greget pengaruhnya dalam membentuk opini publik tersebut. Sifat yang menjiwai post-truth ini… Lanjutkan membaca post-truth [ˌpəʊs(t)ˈtruːθ]
Theo/anthropocentric (Free) Will
Manusia diharuskan bertanggung jawab atas tindakannya, karena dilakukan berdasarkan kehendak bebasnya. Kedaulatan Allah memastikan tidak ada apapun yang dapat terjadi tanpa seijinNya. Bagaimana umat kristiani menyikapi kedua aspek tersebut, sebagai pertanggungan imannya secara logis?
Inside#Out
Pendahuluan “Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani. Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan. Ada peran wajar, ada peran berpura-pura. Mengapa kita bersandiwara….” Ini merupakan penggalan syair lagu berjudul “Panggung Sandiwara” yang sempat dipopulerkan oleh grup band “God Bless” di jamannya. Bila lagu ini digelar berkolaborasi… Lanjutkan membaca Inside#Out
“RI~VAL~RY”
Interaksi manusia seolah lumrah konflik, karena realitas perbedaan kepribadian individu. Bahkan relasi saudara kandung pun tidak steril konflik. Artikel ini menguji relevansi teori psikologi pada studi kasus sibling rivalry dalam Alkitab, berdasarkan wawasan kristiani.
Holistic Quotient
Pendahuluan Semua manusia ingin sukses, tidak ada yang mau gagal. Semua manusia tidak ada yang ingin tinggal landas, semua mau lepas landas. Kehidupan laksana arena tanding, semua mau jadi pemenang, tiada yang mau jadi pecundang. Pemenang yang sukses lepas landas, dikagumi sebagai manusia super yang masuk kelompok edisi terbatas. Mereka punya kemampuan lebih yang membedakannya… Lanjutkan membaca Holistic Quotient
‘Dan-Sha-Ri’ [断捨離]
Budaya materialistik makin marak. Gerakan danshari digadang sebagai salah satu terapinya. Danshari menekankan gaya hidup sederhana. Caranya dengan “membuang” benda-benda yang tak lagi diperlukan. Danshari Abraham menunjukkan akar yang lebih hakiki, agar meraih kelimpahan hidup sejati.
CHEF [ʃɛf]
Pendahuluan Makanan merupakan salah satu kebutuhan paling dasar bagi manusia untuk hidup. Tubuh manusia butuh nutrisi untuk diproses menjadi energi bagi pertumbuhan, kesehatan, aktifitas dirinya. Makanan menjadi asupan nutrisi yang penting bagi tubuh manusia tersebut. Peran koki/jurutama masak (chef) yang mengolah bahan pangan mentah menjadi makanan siap saji, tentu saja sangat penting. Pameo “Lain koki,… Lanjutkan membaca CHEF [ʃɛf]
A.L.I.E.N
Krisis seperti pandemi covid-19 menyingkapkan bahwa manusia asing dengan dirinya sendiri mau pun dengan sesamanya. Ulasan ini menggunakan wawasan kristiani secara populer.
