“RI~VAL~RY”

Pertarungan” Yakub~Esau

Di atas telah diulas secara sederhana beberapa teori psikologi tentang perilaku manusia. Perlu serangkaian aktifitas konseling/penelitian oleh pakar yang bersangkutan untuk dapat memperoleh gambaran memadai tentang pribadi dan perilaku individu tertentu. Studi kasus ini tidak masuk dalam tahapan tersebut, sehingga lebih merupakan ulasan sederhana yang menggunakan teori psikologi sebagai alat bantunya.

Yakub dan Esau merupakan saudara kembar yang lahir dari pasutri Ishak-Ribka sebagai orangtua mereka (Kej. 25:24). Ishak sendiri merupakan anak pewaris sah dari ‘Janji Abraham’ sebagai putera tunggal Abraham dari Sara, isteri masa mudanya. Ribka menjadi isteri Ishak lewat proses ‘perjodohan’yang diterima Ishak berdasarkan kepercayaannya atas intervensi TUHAN dalam perjodohan ini (Kej. 24; khususnya ayat 66). Uniknya, baik Ishak maupun Yakub dan Esau merupakan karya mujizat TUHAN karena Sara sebagai ibu Ishak dan Ribka sebagai ibu Yakub dan Esau, merupakan wanita mandul.

Walaupun kembar, nampaknya lebih cocok bila Yakub dan Esau diasumsikan bukan sebagai kembar identik (kembar dari 1 sel telur). Ada beda tampilan fisik dari kedua bayi kembar ini, dan juga beda karakter serta beda hasrat (Kej. 25:25-27). Genetika perilaku dari psikologi biologi menolong kita untuk memahami perbedaan tersebut sebagai realitas wajar akibat adanya 0,1% gen beda dan variasi gen (polimorfisme), yang menghadirkan sifat bawaan yang berbeda di antara keduanya. Kelahiran Esau dan Yakub oleh Ribka secara nyaris berbarengan (Kej. 25:25-26), memastikan bahwa kedua ‘anak kembar’ tersebut merupakan buah kasih antara Ribka dengan Ishak, bukan salah satu anak tersebut sebagai hasil perselingkuhan Ribka dengan pria lain walaupun tampilan fisik kedua anak tersebut sangat berbeda.

Lingkungan hidup yang berbeda akan menjadikan sifat bentukan keduanya berbeda. Esau banyak di padang sebagai pemburu yang lebih disayang ayahnya sebagai pencinta daging (meat lover). Yakub orang rumahan yang suka tinggal di kemah dan dikasihi ibunya. Tidak mengherankan bila kepribadian Esau lebih ‘cuek’ dan kurang berpikir panjang, sedangkan Yakub seorang yang tenang dan mampu bertindak strategis sistematis (Kej. 25:29-34). di jaman kini nampaknya Esau lebih tepat sebagai ‘orang lapangan’ dan Yakub sebagai direktur kantoran yang cekatan meraih peluang berdasarkan strategi sistematis yang jitu.

Persaingan kedua anak kembar ini bahkan sudah berlangsung sejak masih dalam kandungan ibunya (Kej. 25:22), dan Yakub sebagai anak bungsu tidak mau kalah dengan Esau kakaknya (Kej. 25:26). Perbedaan identitas sosial yang bersifat kata benda (noun) sebagai ‘anak papi’ atau sebagai ‘anak mami’ yang lahir dari model asuh orangtua (parenting model) yang ‘pilih kasih’ memperburuk persaingan itu. Tidak terbangun model kesamaan identitas dalam kelompok yang sama (common in-group identity model) sebagai sesama anggota keluarga Ishak-Ribka.

Mungkin saja Yakub bahkan memiliki prasangka bermusuhan (hostile prejudice) kepada Esau karena diskriminasi kasih yang dilakukan oleh Ishak sebagai kepala keluarga. Budaya saat itu yang menjadikan putera sulung sebagai pewaris ayahnya, makin menguatkan prasangka permusuhan dari Yakub kepada Esau. Psikologi sosial menolong memahami narasi Alkitab tentang bagaimana Yakub berlaku dingin saat Esau yang kelelahan minta makan kepadanya (Kej. 25:29-33).

Bisa jadi, Esau memenuhi tuntutan Yakub untuk menukar hak kesulungannya dengan makanan yang sedang dimasak Yakub saat itu, karena posisi Yakub saat itu sebagai pihak yang berkuasa dan manusia disimpulkan memiliki kecenderungan kuat untuk taat pada perintah orang yang berkuasa. Walau demikian, Esau tidak dapat lepas dari tanggungjawab atas ‘transaksi’ saat itu karena dirinya tidak dalam tekanan keadaan agentik, melainkan bertindak dalam keadaan otonom yang masih bebas menggunakan kehendak bebasnya.

Lanjut halaman 5

avatar setiadotone

Oleh setiadotone

Buah pertama kristiani dari keluarga konfusianis. Berkarier di berbagai perusahaan 'sekuler' lalu terpanggil sebagai pendidik di universitas (kristen) 'umum.' Berupaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan wawasan dunia kristiani terapan, agar membangun profesional kristiani.

Tinggalkan komentar