“RI~VAL~RY”

Kesamaan identitas perlu diperlonggar batasannya agar dapat dibangun interaksi kerjasama kelompok yang besar. Dengan demikian terbangunlah model kesamaan identitas dalam kelompok yang sama (common in-group identity model). Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membahasakan kelompok dalam kata sifat (misal ‘orang berkulit hitam’), bukan kata benda (misal ‘si Hitam’).

Wawasan kristiani meyakini manusia sebagai Imago Dei, sehingga modelnya adalah Allah yaitu Allah Tritunggal. Rumusan teologis Allah Tritunggal menegaskan keberadaan Allah bersifat tunggal sekaligus jamak (lihat Allah 5 – Allah Tritunggal – YouTube). Jadi keberadaan manusia bukan hanya sebagai individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. Interaksi sosial menjadi suatu keniscayaan sebagai manusia. Keberdosaan manusia yang menolak menjadikan Allah sebagai pusat (teosentris) dan menggantikannya dengan antroposentris (manusia sebagai pusat), telah memunculkan tragedi Menara Babel yang ‘menghancurkan’ kesatuan manusia karena masing-masing punya wacananya sendiri (Kej. 11:1-9). Dosa juga telah merusakkan relasi manusia dengan sesamanya (lihat Dosa 1 Hamartiologi Reformed Dan Isu Kejahatan Kekerasan Kebobrokan Dalam Kehidupan Manusia – YouTube), sehingga sulit meraih idealitas model kesamaan identitas dalam kelompok yang sama. Pada dasarnya keberagaman juga merupakan suatu keniscayaan, agar manusia dapat bekerjasama saling dukung dengan keunikan talenta masing-masing demi kepentingan bersama (1 Kor. 12:4-11).

F. Psikologi Biologi: Genetika Perilaku

Studi genetika masih perlu terus dikembangkan lebih lanjut. Sekitar 99,9% gen manusia itu sama, yaitu gen yang menjadikannya manusia. Hanya 0,1% gen manusia yang berbeda dan menjadikan tiap individu sebagai keberadaan yang unik, yang memiliki perbedaan mendasar di antara manusia. Sifat-sifat fisik memiliki heretabilitas tinggi, yaitu sifat-sifat yang sebagian besar dipengaruhi gen. Susunan genetik yang dibentuk lewat biologi disebut sebagai sifat bawaan (nature). Variasi normal gen, disebut polimorfisme, dapat mempengaruhi pelaksanaan fungsi psikologis, misal kemampuan kognitif.

Lingkungan individu yang pada dasarnya dikendalikan oleh orang lain, membangun sifat bentukan (nurture). Gaya pengasuhan orangtua (parenting style; lihat Ninja Warrior – faithfulONE Ministry) akan mempengaruhi sifat bentukan. Pemahaman genetika modern mengakui bahwa sifat bentukan (nurture) sama pentingnya dengan sifat bawaan (nature).

Lanjut halaman 4

avatar setiadotone

Oleh setiadotone

Buah pertama kristiani dari keluarga konfusianis. Berkarier di berbagai perusahaan 'sekuler' lalu terpanggil sebagai pendidik di universitas (kristen) 'umum.' Berupaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan wawasan dunia kristiani terapan, agar membangun profesional kristiani.

Tinggalkan komentar