Pengalaman penulis setelah menjalani operasi CABG menunjukkan bagaimana kebaikan Tuhan terus membimbingnya dalam proses pemulihan, yang melibatkan aspek fisik, mental, dan spiritual. Penulis menghadapi tantangan dalam penerimaannya, tetapi yakin akan kasih Tuhan saat mengalami anomali medis. Melalui perawatan yang dilakukan dokter, serta kesulitan yang dihadapi, penulis menyadari pentingnya bergantung pada Tuhan, bukan pada kemampuan manusia. Ia mengalami momen-momen yang mengajarkan rasa syukur dan mengingatkan untuk tidak terjebak dalam kesombongan. Pengalaman ini memperkuat keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir, meskipun dalam situasi sulit, dan memotivasi untuk menjalani kehidupan sehat dengan penuh syukur.
Tag: renungan
Kebaikan Tuhan (1): CAD – CABG
Kaum remaja dan muda/i Indonesia tahun 80-an rasanya tidak asing dengan lagu berjudul “Hari-Hari“. Lagu ciptaan Oetje F. Tekol ini di rilis tahun 1978 oleh PT. Mustika Studio’s dan dinyanyikan oleh Gito Rollies. Cuplikan awal syairnya berbunyi demikian: Hari-hari datang dan pergi. Dan kemarin bukan hari ini. Yang tlah berlalu, biar berlalu. Nikmatilah…., hari ini.… Lanjutkan membaca Kebaikan Tuhan (1): CAD – CABG
Jalan Kaki: Rekanan
Masyarakat modern kini lebih sering diingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Salah satu faktor penting menjaganya adalah gerak badan, mengingat makin banyak aktifitas hidup modern yang minim gerak. Memang sih, alat bantu berteknologi telah menolong memudahkan kerja yang dulunya butuh banyak aktifitas fisik. Hal ini memosisikan orang untuk menjadi mager. Sayangnya, mager ternyata memberi dampak… Lanjutkan membaca Jalan Kaki: Rekanan
