Berwisata di alam Indonesia yang indah bisa menjadi pengalaman menyenangkan, tapi terkadang mencari makanan di tempat-tempat terpencil bisa sulit. Hal ini membuat saya teringat akan kisah umat Israel kuno yang menerima roti sorga dari Tuhan. Roti itu mengajarkan bahwa pemeliharaan Tuhan berlaku bagi semua, namun manusia tetap bertanggung jawab untuk mengolah berkat-Nya. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jenis, jumlah, dan jarak makanan yang kita konsumsi. Kerakusan terhadap makanan dapat merusak tubuh dan roh kita, sehingga kita perlu mengutamakan makanan rohaniah. Yesus Kristus-lah manna sejati yang memberi hidup.
Tag: Fallacy
Jebakan “Iman”
Undangan pernikahan yang diterima, membuka pintu bagi penerimanya untuk merayakan sukacita bersama mempelai saat itu. Ada penggalan ayat Alkitab yang biasa dituliskan di undangan itu, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…” Bagi pasangan pengantin, pesta pernikahan tentu saja merupakan momen manis setelah berpacaran sekian lama. “Akhirnya…, jadi juga kita nih …,” begitu mungkin suara… Lanjutkan membaca Jebakan “Iman”
Right Path
Pendahuluan Penerapan protokol kesehatan semasa pandemi covid-19 yang tak kunjung usai telah mengkondisikan gaya hidup normal baru yang cukup membatasi ruang gerak aktifitas fisik. Tatap muka yang dulunya seolah merupakan cara wajar bergaul, kini mulai digeser dengan cara gaul virtual. Banyak orang yang mengalami gagap sosial yang menggerahkan diri karena merasa seolah terpenjara, terkungkung oleh… Lanjutkan membaca Right Path
Valentine’s Day
Setiap tahun di tanggal 14 Februari, dunia merayakannya sebagai hari cinta kasih. Banyak orang yang menandai hari itu sebagai kesempatan untuk menyatakan cintanya kepada kekasih hatinya. Peluang tersebut diraih oleh para pedagang untuk menjual berbagai pernak-pernik simbol cinta. Biasanya berupa coklat mau pun permen, setangkai bunga segar, kartu ucapan, atau hiasan berbentuk hati, marak dipakai… Lanjutkan membaca Valentine’s Day
“COUP”
Kata ‘kudeta’ berasal dari bahasa Perancis (coup d’État) yang menggambarkan pengambilalihan kekuasaan pihak yang berkuasa dengan cara yang melanggar hukum. Bahkan cara penggulingan kekuasaan tersebut bisa sangat brutal. Legitimasi (keabsahan) pihak penguasa dirusak agar dapat digantikan oleh pihak pengkudeta. Perusakan legitimasi perlu dilakukan untuk membenarkan tindakan kudeta tersebut. Dukungan dan partisipasi pihak lain (militer dan… Lanjutkan membaca “COUP”
