Kebaikan Tuhan (2): Dwiwulan Pemulihan

Pengalaman penulis setelah menjalani operasi CABG menunjukkan bagaimana kebaikan Tuhan terus membimbingnya dalam proses pemulihan, yang melibatkan aspek fisik, mental, dan spiritual. Penulis menghadapi tantangan dalam penerimaannya, tetapi yakin akan kasih Tuhan saat mengalami anomali medis. Melalui perawatan yang dilakukan dokter, serta kesulitan yang dihadapi, penulis menyadari pentingnya bergantung pada Tuhan, bukan pada kemampuan manusia. Ia mengalami momen-momen yang mengajarkan rasa syukur dan mengingatkan untuk tidak terjebak dalam kesombongan. Pengalaman ini memperkuat keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir, meskipun dalam situasi sulit, dan memotivasi untuk menjalani kehidupan sehat dengan penuh syukur.

Beda Anak Timbangan

As people age, they become more conscious of their health and may become more sensitive to various illnesses. Seniors typically become more selective in their food choices and may experience weight loss as a result. The availability of affordable body weight scales in urban areas reflects the importance of monitoring one’s health. These scales work on the principle of balance, using sensitivity to accurately measure weight. Beyond physical objects, intangible aspects such as good and evil are also subject to evaluation. The concept of human-centeredness emphasizes personal responsibility for one’s actions, with individuals being accountable for their goodness or wickedness. This perspective is also reflected in legal matters and the afterlife, where one’s actions determine their fate. However, the author argues that only God, not humans, is truly just and fair. This is based on the concept of God being the ultimate judge, using His own standards for measurement, which render human attempts at balance futile. The text also delves into the notion of sin and redemption, highlighting the significance of Jesus Christ in the Christian faith. The author emphasizes that through Jesus Christ, divine grace surpasses the repercussions of Adam’s transgressions.

Beda Cara

Photo by RF._.studio on Pexels.com

Ada beda cara yang tidak berdampak signifikan bagi hidup manusia, namun ada pula yang signifikan dampaknya. Cara instan Adam dan Hawa dalam meraih pengertian dengan melanggar perintah Allah, berdampak kematian bagi manusia. Cara berproses yang alami bagi manusia, konsisten dilakukan Allah dalam penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus. Iman percaya juga perlu proses dalam hidup manusia. Dunia menyukai cara instan. Allah menetapkan cara berproses sesuai natur ciptaan. Cara yang dipilih pasti selalu membawa dampak. Teladan telah diberikan. Penolong telah dianugerahkan. Silakan pilih cara secara bertanggungjawab. Jangan ragu untuk berani beda cara.

Jalan Kaki: Rekanan

Masyarakat modern kini lebih sering diingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Salah satu faktor penting menjaganya adalah gerak badan, mengingat makin banyak aktifitas hidup modern yang minim gerak. Memang sih, alat bantu berteknologi telah menolong memudahkan kerja yang dulunya butuh banyak aktifitas fisik. Hal ini memosisikan orang untuk menjadi mager. Sayangnya, mager ternyata memberi dampak… Lanjutkan membaca Jalan Kaki: Rekanan

Jebakan “Iman”

Photo by Pixabay on Pexels.com

Undangan pernikahan yang diterima, membuka pintu bagi penerimanya untuk merayakan sukacita bersama mempelai saat itu. Ada penggalan ayat Alkitab yang biasa dituliskan di undangan itu, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…” Bagi pasangan pengantin, pesta pernikahan tentu saja merupakan momen manis setelah berpacaran sekian lama. “Akhirnya…, jadi juga kita nih …,” begitu mungkin suara… Lanjutkan membaca Jebakan “Iman”

Ogah Ribet

Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Profesi pengacara merupakan salah satu profesi yang diakui di Indonesia. Tentu saja tidak sembarang orang dapat menjalani profesi itu. Ada ketentuan yang mengikatnya, paling tidak orang itu haruslah ahli hukum yang telah meraih pendidikan ilmu hukum secara memadai. Tugas utamanya itu, memberikan pendampingan hukum bagi kliennya selama proses hukum, agar hak klien itu terpenuhi. Jelaslah… Lanjutkan membaca Ogah Ribet

“KEPINGIN”

Photo by Norma Mortenson on Pexels.com

Horay… setelah sekian hari tempatku diguyur hujan berkelanjutan, hari ini cuaca cukup bersahabat. Sebenarnya cuaca demikian itu… pas kalau dibuat olahraga jalan pagi. Tapi, setelah cukup beraktifitas fisik dalam hari-hari sebelumnya, rasanya jadi kepingin nyantai. Enak bukan, bila ada kesempatan untuk “me time” gitu. Salahkah kalau kepingin nyantai di awal minggu yang bercuaca sejuk demikian?… Lanjutkan membaca “KEPINGIN”

Kurang Iman?

Photo by Sid Ali on Pexels.com

Pendahuluan Setelah gonjang ganjing pandemi covid-19 yang bertahap mereda, krisis finansial ditengarai mulai mengintai dan siap menebarkan ancamannya. Krisis ini dipicu oleh konflik geopolitik antara kekuatan kubu Barat dengan kubu Timur. Perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung damai hingga kini, menjadi penyebab penting akan ancaman krisis finansial tersebut. Ditambah dengan perang dagang berbagai jenis produk dagang… Lanjutkan membaca Kurang Iman?

‘Durian Runtuh’

Pendahuluan Durian termasuk salah satu buah tropis eksotis yang disukai oleh banyak orang. Tentu saja, tetap ada orang-orang yang tidak menyukainya. Salah satu alasannya adalah aromanya yang cukup menyengat hidung, khususnya bagi mereka yang lahir dan besar di wilayah empat musim. Durian sendiri berasal dari wilayah Asia Tenggara, dengan cukup banyak ragam variannya. Secara umum,… Lanjutkan membaca ‘Durian Runtuh’

Menyintas Krisis

Pendahuluan Berawal dari pandemi covid-19 yang tak terduga dan penanggulangannya belum sepenuhnya tuntas, dunia dilanda krisis lanjut berupa perubahan ekstrim iklim, serta krisis geopolitik berupa perang Rusia-Ukraina yang mungkin dapat meluas menjadi perang antara “blok Timur-Barat.” Kombinasi ketiganya memunculkan ancaman krisis ekonomi-keuangan dunia, berupa stagflasi yang merupakan kombinasi perlambatan ekonomi yang akan berdampakkan ancaman pemutusan… Lanjutkan membaca Menyintas Krisis