KISRUH [chaos]

Penutup

Harus diakui, apa yang dilakukan Miryam kepada Musa, dapat dilakukan oleh siapapun dalam berbagai bentuk, dimanapun dan kapanpun. Kejatuhan awal keberdosaan Adam dan Hawa di Taman Eden, berdampak pada kerawanan manusia terhadap kejatuhan yang sama. Manusia tidak lagi mampu dan mau untuk memilih tunduk dan cukup dengan apa yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Pemberontakan demi pemberontakan terhadap otoritas sah, meneruskan kelakuan Adam dan Hawa. Bukan itu saja, penyangkalan dan alasan manipulatif, terus dipakai untuk menutupi kebobrokan dirinya sendiri dan untuk lepas tanggung jawab atas kesalahannya.

Rekam jejak kehidupan seseorang, yang menggambarkan warna kepribadian dirinya, acapkali malah dipoles sedemikian rupa agar dapat dipakai sebagai topeng pencitraan palsu. Lidah yang seharusnya dipakai untuk memuliakan Tuhan dan memuji sesamanya secara pantas, malah dipakai untuk mendakwa dan menyudutkan orang lain, dengan kepiawaian bersilat kata yang kosong dan sia-sia. Pengabaian akan providensia Tuhan, memberi peluang untuk menonjolkan jasa-jasa dirinya sendiri, yang berujung pada kecenderungan memuliakan diri sendiri. Tuhan tidak pernah dapat dipermainkan, selalu akan terjadi tindakan penghakiman Tuhan yang maha-adil.

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.  [Gal. 6:7; TB LAI].

Akhirnya,

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.  [Ams. 3:7].

avatar setiadotone

Oleh setiadotone

Buah pertama kristiani dari keluarga konfusianis. Berkarier di berbagai perusahaan 'sekuler' lalu terpanggil sebagai pendidik di universitas (kristen) 'umum.' Berupaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan wawasan dunia kristiani terapan, agar membangun profesional kristiani.

Tinggalkan komentar